Pages

28 Januari 2024

Anak Tantrum, Harus Bagaimana?

 Hal yang membuat saya pusing tujuh keliling selain kebiasaan makan anak adalah menghadapi anak yang tantrum.

Walau anak-anak jarang sekali tantrum, sekalinya tantrum, bikin bingung bagaimana mengatasinya.

Tantrum sendiri bisa dikatakan sebagai kondisi saat anak mengeluarkan emosinya dengan beragam cara, antara lain menangis kencang, berguling-guling di lantai, sampai melempar barang. 

Secara umum, tantrum pada anak biasanya terjadi pada anak yang masih berusia 1-4 tahun karena ketidakmampuan anak dalam menjelaskan apa yang menjadi keinginannya.

Karena mereka tidak atau belum bisa menyampaikan keinginannya, cara pemyampaian ketidaknyamanan adalah dengan tantrum tadi.

Beberapa Gejala Tantrum pada Anak, antara lain:

1. Menangis, menjerit, dan berteriak.

2. Merengek.

3. Menendang dan memukul.

4. Mendorong.

5. Menegangkan badan dan meronta-ronta tubuhnya.

6. Melempar barang.

Beberapa kali saya pernah membaca, menangani anak tantrum adalah dengan membiarkannya. 

Asal diawasi saja, jangan sampai mereka menyakiti diri sendiri atau melakukan hal-hal yang berbahaya. 

Tapi kok menurut saya malah gak baik ya moms kalau kita diam saja. Karena ketika anak menangis dan berteriak sampai lama, juga gak baik buat syaraf tubuhnya.

Di awal mungkin kita bisa diam sambil melihat/mengawasi anak. Akan tetapi jangan lama-lama moms. Sekitar 15 menit kita harus mulai bertindak untuk menghentikan tantrumnya.

Beberapa Cara Mengatasi Tantrum pada Anak

1. Berikan Pelukan pada Anak. Cara mengatasi tantrum pada anak yang pertama adalah dengan memberikan pelukan. 

Hal ini ampuh sih moms. Kalau dipelil, mereka berangsur jadi tenang. Karena rasa nyaman dan aman dalam pelukan ya. 

Jadi, walau tidak langsung berhenti, paling tidak teriakan atau tangisan sedikit berkurang.

2. Temani Anak. 

Tetap tenang dan temani anak saat tantrum. Ini sulit bagi saya yang orangnya modelnya reaktif.

Karena melihat anak menangis, duh rasanya tuh pengen segera bertindak. Tapi pembiaran sementara ini penting untuk anak agar bisa mengungkapkan perasaannya.


3. Alihkan Perhatian Anak. 

Kita bisa mulai mengalihkan perhatian untuk menghentikan tantrumnya. Sambil dipeluk tentu lebih oke ya moms.

Bisa dengan mainan, makanan atau aktivitas lain yang biasanya disukai oleh anak.

4. Hindari Hukuman Fisik.

Anak yang tantrum perlu dihadapi dengan kesabaran. Jangan sampai ketika anak tantrum justru kita hukum dengan hukuman fisik. Ini bisa melukai batinnya moms.


Hati-hati dalam menghadapi anak tantrum ya. Memang tidak mudah. Apalagi ketika orang tua juga dalam kondisi tubuh lelah dan banyak pikiran. Hawanya tuh udah emosi aja liat anal nangis.

Tenangkan diri dulu moms sebelum menghadapai anak tantrum. Agar ketika menghadapi ketantruman mereka, jangan sampai malah kitanya juga tantrum karena emosi sesaat. 

Setelah anak tenang, kita bisa ajak bercerita untuk mengetahui apa sih yang menyebabkan mereka tantrum.

Kemudian pelan-pelan diberitahu, bahwa dengan bertingkah seperti itu tidak baik. 

Jika menginginlan sesuatu, coba bilang baik-baik ke orang tua. Supaya bisa dimengerti dan dituruti. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar